Menuju Pelalawan Terang, Proyek Strategis Listrik Pulau Mendol Terus Dikebut
ILINE PELALAWAN – Pemerintah Kabupaten Pelalawan terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah kepulauan. Bersama PT PLN (Persero), Pemkab Pelalawan kini tengah mempercepat pembangunan Saluran Kabel Listrik Bawah Laut Tegangan Menengah (SKLTM) 20 kV yang menghubungkan Sokoi dengan Pulau Mendol, Kecamatan Kuala Kampar.
Proyek strategis tersebut menjadi bagian penting dari program “Pelalawan Terang” yang digagas Pemerintah Kabupaten Pelalawan guna meningkatkan rasio elektrifikasi dan memastikan seluruh masyarakat dapat menikmati layanan listrik yang layak dan berkelanjutan.
-
Bupati Pelalawan, Zukri, menegaskan bahwa pembangunan kabel bawah laut bukan sekadar proyek infrastruktur biasa, melainkan langkah nyata menghadirkan keadilan pembangunan bagi masyarakat di wilayah pesisir dan kepulauan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses listrik.

-
Selama bertahun-tahun, masyarakat Pulau Mendol hanya menikmati layanan listrik terbatas. Dalam kondisi tertentu, listrik bahkan hanya menyala beberapa jam saja akibat ketergantungan pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Kondisi tersebut tentu berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, pelayanan kesehatan, hingga proses belajar anak-anak di malam hari.
Melalui audiensi bersama jajaran PLN, Pemkab Pelalawan memastikan percepatan pengerjaan proyek terus dilakukan agar target operasional listrik 24 jam dapat segera terwujud. Manager UP3 PLN Pekanbaru, Wilsriza Wilman, menyampaikan bahwa progres pembangunan kabel bawah laut saat ini telah mencapai sekitar 50 persen.
-
“Untuk progres pemasangan kabel bawah laut menuju Pulau Mendol saat ini sudah mencapai 50 persen. Kita targetkan selesai pada bulan Mei 2026,” ujarnya.
Sementara itu, Manager PLN ULP Pangkalan Kerinci, Eykel Boy Ginting, menjelaskan bahwa proyek penggelaran kabel bawah laut sepanjang kurang lebih 3 kilometer tersebut nantinya akan melayani sekitar 2.200 pelanggan di wilayah Pulau Mendol dan sekitarnya.
-
Menurutnya, pembangunan jaringan bawah laut memiliki tantangan teknis yang cukup kompleks. Arus bawah laut yang deras, cuaca ekstrem, serta kondisi dasar laut yang dipenuhi bebatuan menjadi tantangan utama dalam proses pemasangan kabel.
“Posisi pemasangan kabel harus benar-benar presisi agar aman dan tidak terganggu arus bawah laut maupun benda keras di dasar laut. Namun tim di lapangan terus bekerja maksimal agar target penyelesaian dapat tercapai,” jelasnya.
-

Meski menghadapi berbagai tantangan teknis, PLN tetap optimistis proyek tersebut dapat selesai sesuai jadwal. Seluruh tiang jaringan di daratan disebut telah siap dipasang. Setelah proses penggelaran kabel selesai, tahapan berikutnya adalah pengurusan Sertifikat Laik Operasi (SLO) guna memastikan sistem kelistrikan aman, andal, dan siap digunakan masyarakat.
-
-
-
-







