https://iline.id


  • Copyright © 2023 - iline.id
    Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.
    By : Aditya

    Wamenkop Dorong Koperasi Tembus Pasar Globa

    Keterangan Foto: Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah.

    ILINE JAKARTA — Kementerian Koperasi mendorong koperasi di Indonesia meningkatkan kapasitas usaha agar mampu menembus pasar global. Upaya tersebut dilakukan antara lain melalui pembukaan akses promosi dan jejaring internasional bagi koperasi melalui ajang China International E-Commerce Industry (CIEIE) Indonesia 2 Sessie di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta.

    Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah mengatakan, berdasarkan hasil pendataan dan pendampingan koperasi di berbagai daerah, terdapat tiga tantangan utama yang masih harus diatasi agar koperasi dapat naik kelas dan bersaing di tingkat global.

    “Setelah kita keliling di seluruh Indonesia dan mendatabase koperasi-koperasi, ada beberapa tantangan koperasi untuk bisa naik kelas dan menjadi kelas global. Yang pertama adalah SDM-nya, yang kedua pembiayaan, yang ketiga pasar,” ujar Farida saat menghadiri CIEIE Indonesia 2 Sessie di Forum Area Hall C3, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (4/9).

    Menurut Farida, Kementerian Koperasi menghadirkan sejumlah koperasi binaan dalam pameran tersebut untuk memperluas peluang bisnis, baik melalui pertemuan produsen dengan konsumen maupun antarpelaku usaha.

    Pameran internasional, kata dia, menjadi salah satu sarana strategis untuk memperkenalkan produk koperasi kepada pasar yang lebih luas sekaligus membuka peluang kerja sama dan ekspor.

    Farida berharap koperasi yang telah memiliki produk berkualitas dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk memperluas pasar hingga ke luar negeri. Sementara bagi koperasi yang belum masuk pasar global, pameran internasional diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran sekaligus mendorong mereka mempersiapkan diri menjadi pelaku usaha berorientasi ekspor.

    Namun, Farida mengingatkan bahwa memasuki pasar global tidak cukup hanya dengan memiliki produk berkualitas. Koperasi juga harus mampu memenuhi berbagai standar mutu dan persyaratan sertifikasi internasional.

    “Kita dorong koperasi-koperasi yang memang memiliki produk kualitasnya sudah oke, tinggal memenuhi prasyarat sertifikasi-sertifikasi yang kemudian dilayani dan didampingi oleh Kementerian Koperasi agar memenuhi standar tersebut,” katanya.

    Selain membuka akses pasar, pameran internasional juga menjadi ruang bagi koperasi untuk belajar dari pelaku usaha yang telah lebih dahulu berhasil menembus pasar ekspor.

    Farida berharap koperasi yang sudah menjadi eksportir dapat berperan sebagai penggerak bagi koperasi lainnya. Koperasi yang telah memiliki pengalaman di pasar global diharapkan dapat membangun kerja sama dengan koperasi yang baru bersiap memasuki pasar ekspor.

    “Kalau mereka sudah masuk ke pasar global, sudah bisa menjadi eksportir agar bisa menarik teman koperasinya yang lain. Sehingga ada kooperatif antara koperasi yang sudah ekspor dengan koperasi-koperasi yang baru mau masuk ke pasar global,” ujar Farida.

    Menurut Farida, pemerintah saat ini tengah membangun ekosistem yang memungkinkan peluang pengembangan usaha dapat dirasakan lebih luas oleh koperasi produsen di Indonesia.

    Penguatan kapasitas sumber daya manusia, akses pembiayaan, pendampingan sertifikasi, serta pembukaan akses pasar global menjadi bagian dari upaya tersebut. Dengan dukungan itu, koperasi diharapkan tidak hanya mampu bertahan di pasar domestik, tetapi juga berkembang menjadi pelaku ekonomi kerakyatan yang memiliki daya saing internasional.