Agung Nugroho Siapkan Insentif Kader PKK untuk Genjot Pajak Kendaraan Bermotor
ILINE PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus berinovasi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggandeng kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) hingga tingkat rukun warga (RW) untuk melakukan pendataan dan sosialisasi secara langsung kepada masyarakat.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho usai menerima data PKB dari Pemprov Riau di Gedung Utama Kompleks Perkantoran Tenayan Raya, Senin (8/6/2026), mengatakan, upaya tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara Pemko Pekanbaru dan Pemprov Riau dalam menggali potensi pendapatan daerah yang selama ini belum tergarap secara optimal.
-
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto memberikan apresiasi atas capaian peningkatan PAD Kota Pekanbaru yang dinilai cukup signifikan dibandingkan sejumlah daerah lainnya.
“Kami berkolaborasi dengan Pemprov Riau untuk mencari dan menggali potensi PAD, khususnya dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor. Plt Gubernur mengapresiasi karena peningkatan PAD Kota Pekanbaru cukup signifikan,” ujarnya.
-
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari sistem jemput bola yang telah disiapkan Pemko Pekanbaru. Tidak hanya melibatkan aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu, pemko juga memberdayakan kader PKK yang berada langsung di lingkungan masyarakat.
Setiap RW telah memiliki ASN pendamping melalui Program Satu ASN Satu RW. Selain itu, kader PKK yang berdomisili di wilayah tersebut juga diberi peran aktif untuk melakukan pendataan, sosialisasi, dan edukasi terkait kewajiban perpajakan.
-







