Korban Tenggelam Sungai Kampar Belum Ditemukan
Keterangan Foto: Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian korban tenggelam Sungaierangin, Kyok, Kampar hingga Minggu malam (9/8/2016), tapi belum berhasilemuka korban. Foto:Istimewa/Agus.
ILINE PEKANBARU - Hingga tadi malam, pencarian korban tenggelam di Sungai Kampar oleh Tim SAR gabungan belum membuahkan hasil. Meskipun Tim SAR sudah memperluas area pencarian hingga radius 13 kilometer ke arah hilir.
Informasi terakhir, korban Boiko Gulo (25), yang dilaporkan melompat dari Jembatan Rantau Berangin, Desa Merangin, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, sejak Selasa, (4/8/2026) pukul 07.30 WIB, hingga hari keenam pencarian, belum ditemukan.
- Baca juga:
Kronologi kejadian yang berhasil dihimpun, korban Boiko Gulo (25) yang berasal dari Desa Maredan, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak merupakan staf pelayanan gereja di Kecamatan Kabun, Kabupaten Rokan Hulu melompat dari Jembatan Sungai Merangin setelah memarkirkan sepeda motornya, pada Selasa, (4/8/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Korban mengendarai sepeda motor, berhenti di atas Jembatan Rantau Berangin, lalu melompat ke aliran Sungai Kampar dan terbawa arus deras. Hingga Minggu sore, (9/8/2026), korban masih belum ditemukan oleh tim.
Tim SAR gabungan memperluas radius penyisiran hingga 13 kilometer ke arah hilir menggunakan perahu karet dari titik awal korban melompat. Tim SAR menurunkan 31 personel gabungan dari BPBD Kabupaten Kampar, Basarnas Pekanbaru, TNI, Polri, Damkar, perangkat Desa Merangin, dan warga setempat.
Menurut informasi terakhir, kendala arus sungai yang deras serta potensi cuaca hujan dari prakiraan BMKG menjadi tantangan dalam operasi pencarian ini.
Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Adi Candra Lukita menyampaikan bahwa tim satgas gabungan terus melakukan penyisiran intensif di sepanjang aliran sungai.
"Upaya pencarian korban di hari keenam ini kami optimalkan dengan melakukan penyisiran menggunakan perahu karet dari titik awal kejadian hingga radius 13 kilometer ke arah hilir sungai. Namun, hingga laporan sore ini disampaikan pukul 16.00 WIB, keberadaan korban masih belum ditemukan," ungkap Adi Candra.
Tim dilengkapi dengan perahu karet, peralatan selam, armada angkut, hingga peralatan keselamatan pendukung lainnya.
Selain fokus pada operasi SAR, BPBD Kampar juga mengimbau masyarakat di sekitar bantaran sungai dan tim yang bertugas untuk tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca.
Berdasarkan data BMKG, wilayah Kabupaten Kampar berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang.
Sementara itu, pemantauan pada elevasi waduk PLTA Koto Panjang tercatat berada pada posisi 79,74 mdpl.**







