https://iline.id


  • Copyright © 2023 - iline.id
    Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.
    By : Aditya

    BBKSDA Riau Turunkan Kandang Perangkap ke Desa Danai, Evakuasi Harimau yang Meresahkan Warga Dipercepat

    Keterangan Foto: Tim dari BKSDA Riau mengirimkan kandang perangkap harimau ke Desa Danai, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir. Foto:Istimewa/Rahmat.

    ILINE PEKANBARU — Upaya penyelamatan dan evakuasi harimau Sumatera yang berkeliaran dan mengancam keselamatan warga Desa Danai, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir, terus dilakukan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Langkah nyata, BBKSDA telah mengirimkan kandang perangkap khusus guna menangkap satwa tersebut dengan aman tanpa melukainya.


    Kandang perangkap berukuran panjang 180 cm, lebar 70 cm, dan tinggi 100 cm dengan berat mencapai 135 kilogram itu dikirim dari Tembilahan menggunakan speedboat pada Senin (10/8/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Perjalanan menempuh waktu sekitar tiga jam hingga tiba di lokasi.


    Rombongan yang membawa kandang terdiri dari tiga petugas BBKSDA Riau dan seorang dokter hewan. Keberangkatan tim turut dilepas langsung oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Inhil, Junaidy.


    "Kandangnya dikirim kemarin menggunakan speedboat," ungkap Junaidy, Selasa (11/8/2026).


    Humas BBKSDA Riau, Reni, menjelaskan bahwa kandang langsung dipasang tim begitu tiba di Desa Danai. Operasi penangkapan dan evakuasi pun segera dijalankan dengan tetap mengutamakan keselamatan warga maupun tim petugas. Pemantauan pergerakan satwa terus dilakukan secara berkala.


    "Setibanya di Desa Danai, kandang perangkap langsung dipasang. Petugas BBKSDA terus berupaya melakukan evakuasi terhadap harimau tersebut. Segala langkah dilakukan dengan hati-hati demi keselamatan bersama," tegas Reni.


    Warga Hantui Rasa Takut, Jejak Baru Ditemukan


    Keberadaan harimau yang warga sapa dengan sebutan Datuk Belang telah membuat warga Desa Danai ketakutan dan tak leluasa beraktivitas. Kekhawatiran warga makin memuncak setelah ditemukannya jejak-jejak baru yang diduga kuat berasal dari harimau tersebut, yang menandakan satwa itu masih berkeliling di sekitar pemukiman.


    Kepala Desa Danai, Halim, menyampaikan harapan agar upaya evakuasi segera membuahkan hasil. Selama satwa itu belum berhasil diamankan, warga masih merasa cemas dan membatasi aktivitas di luar rumah.


    "Harapan kami harimau ini segera dievakuasi. Selama masih berkeliaran, warga masih takut beraktivitas. Apalagi jejak barunya masih ditemukan di sekitar wilayah kita," kata Halim.


    Ia pun mengimbau seluruh warga Desa Danai untuk tetap waspada, mengurangi aktivitas di kawasan yang diduga menjadi lintasan harimau, dan tidak mendekati area pemasangan kandang perangkap hingga proses evakuasi tuntas.


    Satwa Dilindungi, Penanganan Tetap Hati-hati


    Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) adalah satwa yang dilindungi secara hukum dan keberadaannya harus dijaga kelestariannya. Namun, ketika satwa liar mendekati atau masuk ke kawasan pemukiman dan wilayah aktivitas warga, penanganan harus dilakukan secara profesional, terukur, dan hati-hati. Tujuannya agar satwa tetap aman, sekaligus mencegah terjadinya konflik yang dapat membahayakan nyawa manusia maupun satwa itu sendiri.


    BBKSDA Riau meminta warga tetap tenang, tidak panik, tidak bertindak sendiri, dan senantiasa mengikuti arahan petugas yang sedang bertugas di lapangan.**