https://iline.id


  • Copyright © 2023 - iline.id
    Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.
    By : Aditya

    Prabowo Dorong Elektrifikasi untuk Kurangi Energi Impor

    Keterangan Foto: Peluncuran Motor Listrik Nasional (Molinas) beserta ekosistem pendukungnya di fasilitas produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).

    ILINE CIKARANG - Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan elektrifikasi di berbagai sektor sebagai salah satu strategi memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi dari luar negeri.

    Hal tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan peluncuran Motor Listrik Nasional (Molinas) beserta ekosistem pendukungnya di fasilitas produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).

    Menurut Prabowo, Indonesia perlu memperkuat persatuan dan kemandirian nasional untuk menghadapi berbagai gejolak global, termasuk konflik dan perang dagang yang dapat mengganggu pasokan energi.

    “Kita terlalu besar untuk menggantungkan diri kepada pihak luar,” tegas Prabowo.

    Presiden mengatakan Indonesia memiliki modal besar untuk membangun kemandirian energi melalui kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Namun, sumber daya tersebut harus dikelola secara tepat agar memberikan manfaat bagi masyarakat.

    Salah satu langkah yang didorong pemerintah adalah memperluas penggunaan listrik sebagai sumber energi, termasuk untuk transportasi dan peralatan industri. Prabowo menyebut penggunaan motor dan mobil listrik, bus listrik hingga traktor listrik dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

    “Salah satu cara mengelolanya adalah seperti hari ini. Dengan motor dan mobil listrik, dengan bus listrik, dengan traktor listrik, dengan sebanyak mungkin alat-alat kita menggunakan listrik sebagai energi utama, kita akan lebih aman. Kita akan lebih sejahtera,” ujarnya.

    Prabowo juga menyoroti besarnya devisa yang harus dikeluarkan Indonesia untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak dari luar negeri. Menurutnya, nilai impor BBM mencapai sekitar US$28 miliar hingga US$30 miliar per tahun.

    Selain elektrifikasi, pemerintah menyiapkan sejumlah agenda transisi energi, antara lain mengganti penggunaan LPG dengan CNG dan membangun pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas total 100 gigawatt dalam empat tahun.

    Prabowo juga meminta PT PLN (Persero) mempercepat pengurangan pembangkit listrik berbahan bakar diesel. Pemerintah menargetkan sekitar 13 gigawatt pembangkit diesel dapat segera ditinggalkan.

    “PLN harus tinggalkan pembangkit listrik dari diesel. Kurang lebih 13 gigawatt harus segera kita tinggalkan,” tegasnya.

    Di tengah upaya tersebut, Prabowo menyebut Indonesia masih memiliki potensi sumber energi lain yang terus diteliti. Ia mengatakan para ilmuwan dan peneliti Indonesia terus mengembangkan berbagai sumber energi baru, termasuk potensi hidrogen alam yang dinilai sangat besar.

    Langkah tersebut, menurut Prabowo, menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan energi sekaligus memastikan kekayaan sumber daya Indonesia dapat dimanfaatkan untuk kepentingan dan kesejahteraan bangsa. (*)