https://iline.id


  • Copyright © 2023 - iline.id
    Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.
    By : Aditya

    Bank Indonesia Dorong Pembiayaan Syariah untuk Ekspansi Korporasi

    Keterangan Foto: Forum Strategis Pembiayaan Syariah untuk Ekspansi Korporasi bertema “Unlocking Corporate Growth Through Sharia Finance” di Jakarta.

    ILINE JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mendorong penguatan konektivitas antara industri halal dan keuangan syariah untuk memperluas akses pembiayaan korporasi, khususnya dalam mendukung investasi dan ekspansi usaha yang kompetitif, inovatif, dan berkelanjutan.

    Pejabat Gubernur Sementara BI, Destry Damayanti, mengatakan pembiayaan syariah perlu ditempatkan sebagai pilihan strategis dan kompetitif bagi dunia usaha. Hal itu disampaikannya dalam Forum Strategis Pembiayaan Syariah untuk Ekspansi Korporasi bertema “Unlocking Corporate Growth Through Sharia Finance” di Jakarta, 12 Agustus 2026.

    “Pembiayaan syariah perlu menjadi pilihan strategis dan kompetitif bagi investasi dan ekspansi korporasi. Untuk itu, perlu dibangun pipeline pembiayaan yang bankable, terukur, dan berkelanjutan,” ujar Destry.

    Menurutnya, penguatan pembiayaan korporasi membutuhkan pendalaman pasar keuangan syariah, peningkatan intermediasi, inovasi instrumen pembiayaan, serta tata kelola dan manajemen risiko yang lebih kuat. Kolaborasi antara korporasi, lembaga keuangan syariah, regulator, kementerian/lembaga, dan asosiasi juga dinilai penting untuk mempercepat penyaluran pembiayaan ke sektor riil.

    Dalam kegiatan tersebut, BI menggelar business matching yang mempertemukan 20 Bank Umum Syariah (BUS)/Unit Usaha Syariah (UUS) dengan 51 korporasi untuk menjajaki solusi pembiayaan sesuai kebutuhan usaha.

    Kepala Badan Ekonomi Syariah KADIN Indonesia, Titi Khoiriah, menilai pembiayaan syariah jangka panjang dengan skema dan tenor yang sesuai diperlukan untuk menopang ekspansi korporasi. Sementara itu, Ketua Hubungan Bisnis Asbisindo sekaligus Wakil Direktur Utama Bank Syariah Indonesia, Bob Tyasika Ananta, menekankan pentingnya pendekatan berbasis ekosistem yang menghubungkan korporasi dengan rantai pasok.

    Kinerja industri juga menunjukkan ruang pembiayaan syariah yang semakin besar. Hingga Juni 2026, pembiayaan perbankan syariah mencapai Rp720 triliun, tumbuh 11,43 persen secara tahunan, sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp816 triliun atau tumbuh 13,13 persen. Pada periode yang sama, rantai pasok halal tumbuh 5,5 persen dan outstanding sukuk korporasi mencapai sekitar Rp95 triliun.

    BI bersama pemangku kepentingan melalui program Bulan Pembiayaan Syariah dan Percepatan Intermediasi Indonesia terus mendorong sinergi untuk memperluas akses dan mempercepat realisasi pembiayaan syariah. Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat kontribusi industri halal dan keuangan syariah terhadap investasi, sektor riil, dan pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.