https://iline.id


  • Copyright © 2023 - iline.id
    Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.
    By : Aditya

    Bamsoet Apresiasi Capaian Pemerintahan Prabowo, Dorong Manfaat Pembangunan Dirasakan Rakyat

    Keterangan Foto: Bamsoet menghadiri Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

    ILINE JAKARTA – Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar sekaligus Ketua MPR RI ke-15, Bambang Soesatyo (Bamsoet), mengapresiasi capaian pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

    Bamsoet menilai capaian tersebut menunjukkan arah pembangunan yang semakin menitikberatkan pada kemandirian nasional, kesejahteraan rakyat, ketahanan pangan dan energi, penguatan ekonomi, serta efisiensi tata kelola negara.

    Menurutnya, di tengah ketidakpastian geopolitik, perang dagang, perubahan rantai pasok, dan tekanan ekonomi global, Indonesia masih mampu menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus menarik investasi.

    “Pidato Presiden Prabowo menunjukkan bahwa pemerintahan telah bekerja dengan arah dan target yang semakin jelas, yaitu membangun kemandirian nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ujar Bamsoet.

    Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I 2026 mencapai 5,45 persen. Sementara realisasi investasi hingga semester I 2026 mencapai Rp1.010 triliun dan menciptakan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja. Sepanjang 2025, realisasi investasi tercatat Rp1.931 triliun dengan penciptaan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja.

    Namun, Bamsoet mengingatkan capaian makro tersebut harus diterjemahkan menjadi manfaat yang nyata bagi masyarakat, terutama melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan daya beli, penguatan kelas menengah, dan pemerataan pembangunan di daerah.

    Bamsoet juga menyoroti keberhasilan pemerintah mencapai swasembada delapan komoditas pangan dalam satu tahun serta memangkas 145 aturan penyaluran pupuk yang diikuti penurunan harga pupuk sekitar 20 persen.

    “Swasembada pangan merupakan fondasi kedaulatan negara. Ketika Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangannya dari produksi sendiri, kita memiliki ketahanan yang jauh lebih kuat menghadapi gejolak dunia,” katanya.

    Meski demikian, ia menilai pemerintah masih perlu memperkuat produktivitas, kepastian harga hasil panen, irigasi, mekanisasi, dan regenerasi petani. Menurutnya, peningkatan produksi harus diikuti dengan peningkatan kesejahteraan petani.

    “Jangan sampai produktivitas meningkat, tetapi petani justru kehilangan margin keuntungan karena tingginya biaya distribusi, permainan tengkulak atau lemahnya rantai pasok,” tegas Bamsoet.