https://iline.id


  • Copyright © 2023 - iline.id
    Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.
    By : Aditya

    Kemensetneg Perkuat Kompetensi Analis Kerja Sama melalui Pelatihan Project Cycle Management

    Keterangan Foto: Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) memperkuat kompetensi Jabatan Fungsional Analis Kerja Sama (JF AKS) melalui Pelatihan Teknis Project Cycle Management yang digelar di Pusat Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara (PPKASN).

    ILINE JAKARTA — Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) memperkuat kompetensi Jabatan Fungsional Analis Kerja Sama (JF AKS) melalui Pelatihan Teknis Project Cycle Management yang digelar di Pusat Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara (PPKASN), Jakarta, 10–14 Agustus 2026.

    Pelatihan yang diselenggarakan Pusat Pembinaan Analis Kerja Sama (Pusbin AKS) tersebut diikuti 35 peserta dari berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan aparatur dalam mengelola proyek kerja sama secara terstruktur, terukur, adaptif, dan berorientasi pada hasil.

    Kepala Pusbin AKS Andri Kurniawan mengatakan pengembangan kompetensi JF AKS merupakan bagian dari strategi pembinaan aparatur berbasis sistem merit untuk membentuk PNS yang profesional dan berdaya saing global dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.

    Menurut Andri, pengelolaan kerja sama pembangunan membutuhkan aparatur yang mampu menangani seluruh siklus proyek, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan hingga evaluasi. Kemampuan tersebut semakin penting di tengah dinamika kerja sama pembangunan global yang menghadirkan berbagai tantangan dan risiko, seperti activity trap, groupthink, dan actor alignment.

    “Dengan kemampuan tersebut, proyek kerja sama diharapkan dapat lebih berorientasi pada hasil, efektif, dan berkelanjutan,” ujar Andri.

    Selama lima hari, peserta mendapatkan materi mengenai pemahaman konteks proyek, identifikasi pemangku kepentingan dan kebutuhan, penyusunan tujuan dan results chain, perencanaan implementasi, pengelolaan risiko, serta monitoring dan evaluasi.

    Dalam pelaksanaannya, Pusbin AKS menggandeng DT Global Asia Pacific sebagai mitra pengajar dan fasilitator. Kolaborasi tersebut menghadirkan pengalaman internasional dalam pengelolaan proyek kerja sama, results-based management, serta monitoring, evaluation, and learning.

    Andri berharap pelatihan tersebut tidak hanya meningkatkan kompetensi individu, tetapi juga memperkuat kapasitas kelembagaan dalam mengelola proyek kerja sama yang efektif, akuntabel, dan berkelanjutan.

    Peserta juga didorong untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh di instansi masing-masing, sekaligus membagikan praktik baik kepada rekan kerja. Dengan demikian, peningkatan kompetensi diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi pengelolaan kerja sama serta pembangunan nasional.