https://iline.id


  • Copyright © 2023 - iline.id
    Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.
    By : Aditya

    Harga Ayam Ras di Siak Melonjak, Bupati Afni Cek Lapangan

    Keterangan Foto: Ilustrasi daging ayam.

    ILINE SIAK — Harga ayam ras di Kabupaten Siak mulai melonjak sejak pekan pertama Agustus 2026. Kondisi ini membuat pedagang rumah makan mengeluh karena ayam merupakan salah satu bahan baku utama menu mereka.

    Pemerintah Kabupaten Siak menduga kenaikan harga tersebut dipicu terbatasnya pasokan ayam di pasaran. Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli, M.Si mengatakan, produksi ayam ras di Siak saat ini hanya sekitar 370 ton, sementara kebutuhan pasar mencapai 630 ton.

    “Sekitar 370 ton ini ada pun di peternak di Siak itu tidak bisa dilepas ke pasar, karena kebutuhan di pasar ada sekitar 630 ton, maka pasti akan terjadi inflasi,” kata Afni saat memimpin rapat koordinasi inflasi di Zamrud Room, Kamis (20/8/2026).

    Menurut Afni, sebagian produksi ayam lokal telah diplot oleh perusahaan penyuplai sehingga tidak seluruh stok dapat langsung masuk ke pasar. Pemkab Siak kini menelusuri rantai pasok dari peternak hingga penyalur untuk mengetahui titik persoalan yang menyebabkan pasokan terbatas.

    “Kami meminta keseriusan seluruh pihak untuk mencari tahu di mana persoalan rantai pasok ini,” ujarnya.

    Pemkab Siak akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau, perusahaan, dan penyalur ayam agar sebagian stok dapat dilepas ke pasar. Upaya itu diharapkan mampu meningkatkan pasokan sekaligus menekan harga.

    Afni juga menepis anggapan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi penyebab utama kenaikan harga ayam. Berdasarkan data Pemkab Siak, kebutuhan ayam untuk MBG hanya sekitar 17 ton ketika menu ayam tersedia.

    “Menurut saya, bukan karena faktor MBG. Faktor MBG ini hanya sekitar 17 ton ketika ada menu ayam,” ungkapnya.

    Meski Siak belum tercatat mengalami inflasi berdasarkan data BPS dan sebelumnya sempat mengalami deflasi, Pemkab Siak tetap menindaklanjuti keluhan masyarakat. Dinas terkait diminta menyiapkan data rinci mengenai produksi, distribusi, dan kebutuhan ayam untuk kemudian disinkronkan dengan pemerintah provinsi dan disampaikan kepada Kementerian Pertanian serta lembaga terkait.

    “Kemandirian pangan di kabupaten ini sudah kami minta agar seluruh dinas terkait menseriusi ini,” tegas Afni.