https://iline.id


  • Copyright © 2023 - iline.id
    Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.
    By : Aditya

    Kapasitas Data Center Indonesia Diproyeksi Tembus 3,5 GW pada 2030

    Keterangan Foto: Ilustrasi data center.

    ILINE JAKARTA — Bisnis data center Indonesia diproyeksikan memasuki fase pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun ke depan. Kapasitas nasional diperkirakan melonjak menjadi 3,5 gigawatt (GW) pada 2030, dari sekitar 580 megawatt (MW) pada semester I-2026.

    Analis BRI Danareksa Sekuritas Kafi Ananta dan Erindra Krisnawan dalam riset yang terbit 21 Agustus 2026 memperkirakan pertumbuhan tersebut mencapai compound annual growth rate (CAGR) 56,7% sepanjang 2026-2030.

    Pertumbuhan terutama didorong meningkatnya kebutuhan cloud computing serta infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang membutuhkan kapasitas komputasi berbasis GPU dalam jumlah besar.

    Peluang Indonesia juga semakin terbuka seiring Singapura membatasi penambahan kapasitas data center melalui kebijakan DC-CFA. Sementara itu, Johor, Malaysia, yang menjadi lokasi limpahan pertama, mulai menghadapi keterbatasan pasokan listrik.

    Kondisi tersebut berpotensi menjadikan Indonesia sebagai tujuan limpahan berikutnya bagi industri data center di kawasan.

    Saat ini, sekitar 55% kapasitas data center Indonesia masih terkonsentrasi di Jakarta. Namun, pipeline pengembangan menunjukkan ekspansi yang semakin agresif, terutama di Jakarta dan Batam.

    Jakarta memiliki pipeline sekitar 1,7 GW dengan kapasitas operasional 322 MW atau sekitar 5,3 kali lipat dari kapasitas yang telah beroperasi. Sementara Batam memiliki pipeline sekitar 1,4 GW dengan kapasitas operasional 126 MW.

    Besarnya pipeline tersebut menunjukkan ruang pertumbuhan industri data center Indonesia masih sangat terbuka, seiring meningkatnya permintaan komputasi digital dan AI di kawasan Asia Tenggara.