https://iline.id


  • Copyright © 2023 - iline.id
    Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.
    By : Aditya

    Pasar Seni Slaksa Bengkalis, Dorong Budaya dan Ekonomi Desa

    Keterangan Foto: Event Pasar Seni Slaksa Desa Bantan Tengah, Kabupaten Bengkalis.

    ILINE BENGKALIS — Event Pasar Seni Slaksa Desa Bantan Tengah resmi dibuka pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026, di Lapangan Pasar Desa Bantan Tengah, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis. Pembukaan berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

    Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Bengkalis yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kabupaten Bengkalis, Drs. Johansyah Syafri. Turut hadir Camat Bantan Aulia Fikri, S.Sos., M.Si., Kepala Bidang UKM Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bengkalis Saiman, S.Sos., M.AP., Kepala UPT Pengelolaan Wisata Disparbudpora Kabupaten Bengkalis Iwan Kurniawan, serta Pj. Kepala Desa Bantan Tengah Oki Farhadinata, S.E., M.M.

    Dalam sambutannya, Johansyah menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Bantan Tengah yang konsisten menggelar Pasar Seni Slaksa hingga memasuki tahun ketiga. Menurutnya, keberlanjutan kegiatan tersebut menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat dalam mengembangkan potensi desa.

    “Pemkab Bengkalis memberikan dukungan penuh atas kegiatan ini, karena potensi asli daerah berada di tangan masyarakat. Hari ini Bantan Tengah tidak hanya menghadirkan pasar, tetapi sebuah pesta rakyat yang penuh makna,” ujarnya.

    Ia berharap Pasar Seni Slaksa tidak hanya menjadi ruang hiburan dan pertemuan masyarakat, tetapi juga mampu memperkuat pelestarian budaya, kreativitas, pariwisata desa, UMKM, ekonomi kreatif, serta seni dan budaya berbasis masyarakat.

    Johansyah menegaskan, kekayaan daerah tidak hanya bersumber dari sumber daya alam, tetapi juga dari keterampilan masyarakat, kearifan lokal, serta kreativitas yang terus berkembang. Karena itu, tradisi perlu terus dihidupkan dan dikembangkan agar tetap relevan serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

    Ia juga mengajak generasi muda untuk ikut menjaga warisan budaya, mendukung produk lokal, serta memberikan ruang bagi pelaku UMKM dan seni untuk berkarya dan berinovasi.

    “Ketika tradisi disemai dan kreativitas tumbuh, kita tidak hanya menjaga budaya, tetapi juga membuka peluang bagi tumbuhnya ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.