https://iline.id


  • Copyright © 2023 - iline.id
    Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.
    By : Aditya

    BI Perkuat Likuiditas Perbankan untuk Dorong Pembiayaan UMKM

    Keterangan Foto: Diskusi Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta, Kamis (3/9).

    ILINE JAKARTA — Bank Indonesia (BI) mendorong sinergi lintas lembaga agar likuiditas perbankan semakin efektif disalurkan menjadi pembiayaan bagi UMKM dan sektor prioritas untuk memperkuat ekspansi usaha, produktivitas, dan penciptaan lapangan kerja.

    Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan langkah tersebut dilakukan antara lain melalui penyempurnaan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang lebih tertarget sesuai kondisi masing-masing bank.

    BI menaikkan insentif KLM dari 5,5 persen menjadi 6 persen mulai September 2026. Hingga awal Agustus 2026, total insentif yang telah diperoleh perbankan mencapai Rp446,5 triliun atau setara 5,02 persen dari Dana Pihak Ketiga (DPK).

    “Sinergi dengan Pemerintah dan dunia usaha menjadi penting untuk memastikan likuiditas yang tersedia benar-benar bermuara pada ekspansi usaha, peningkatan produktivitas, dan penciptaan lapangan kerja,” ujar Destry dalam diskusi Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta, Kamis (3/9).

    Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menilai tantangan ke depan bukan hanya menjaga pertumbuhan kredit, tetapi memastikan likuiditas mengalir lebih besar ke sektor produktif dan UMKM.

    Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu menyebut kondisi perbankan nasional tetap sehat dengan dukungan permodalan kuat, risiko kredit rendah, dan pertumbuhan DPK. LPS juga menjaga disiplin pasar melalui Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) agar biaya dana perbankan tetap terkendali.

    BI menegaskan akan terus menjaga kecukupan likuiditas dan memperkuat transmisi kebijakan suku bunga agar intermediasi perbankan semakin efektif dalam mendukung sektor riil dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.