https://iline.id


  • Copyright © 2023 - iline.id
    Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.
    By : Aditya

    Antisipasi ISPA Akibat Kabut Asap, Lima Posko Kesehatan Dibuka di Pekanbaru

    Keterangan Foto: Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto. ILine-RH/MCR

    ILINE PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau berkolaborasi dengan Rumah Sakit Bhayangkara Biddokkes Polda Riau kembali menyiagakan lima posko layanan kesehatan di sejumlah titik di Kota Pekanbaru.

    Posko tersebut mulai beroperasi Kamis (8/10/2026) sebagai langkah antisipasi terhadap gangguan kesehatan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang saat ini berdampak di sejumlah wilayah Riau.

    Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengatakan keberadaan posko tersebut ditujukan untuk memudahkan masyarakat memperoleh layanan kesehatan secara cepat, terutama warga yang mulai mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

    "Besok, Pemprov Riau bersama RS Bhayangkara Biddokkes Polda Riau akan membuka 5 posko layanan kesehatan di Kota Pekanbaru. Ini menjadi langkah antisipasi dampak kesehatan akibat kabut asap Karhutla," kata SF Hariyanto, Rabu (7/10/2026).

    Menurutnya, masyarakat tidak perlu menunggu kondisi memburuk untuk mendapatkan pemeriksaan. Posko akan memberikan pemeriksaan kesehatan secara gratis, konsultasi terkait keluhan pernapasan, obat-obatan ringan hingga masker.

    "Kita ingin masyarakat yang mulai merasakan gejala ISPA, iritasi mata dan kulit akibat asap bisa segera tertangani. Jangan sampai menunggu sakit berat baru berobat," tegasnya.

    Lima posko layanan kesehatan tersebut ditempatkan di sejumlah titik strategis di Kota Pekanbaru, yakni:

    1. Pos Lantas Gurindam 1 – Jalan Cut Nyak Dien.

    2. Pos Lantas Gurindam 2 – Simpang Jalan Tuanku Tambusai–Jalan Jenderal Sudirman.

    3. Pos Lantas Gurindam 3 – Simpang Bandara Sultan Syarif Kasim II.

    4. Pos Lantas Gurindam 4 – Simpang Jalan Ronggowarsito.

    5. Pos Lantas Gurindam 5 – Simpang SKA.

    Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, menjelaskan lima posko ditempatkan di kawasan yang dinilai mudah dijangkau masyarakat.

    "Kita memanfaatkan pos Lantas karena berada di titik keramaian dan mudah diakses oleh masyarakat," kata Zulkifli.

    Pelayanan tahap awal dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Setiap posko akan diperkuat seorang dokter, dua perawat, seorang pengemudi ambulans serta satu unit ambulans.

    Program tersebut merupakan hasil kerja sama Pemprov Riau, RS Bhayangkara, Satlantas Polresta Pekanbaru dan Pemko Pekanbaru.

    "Ini merupakan kegiatan kolaborasi antara Pemprov Riau, RS Bhayangkara, Satlantas Polresta dan Pemko Pekanbaru. Kita juga melibatkan 30 rumah sakit pemerintah dan swasta serta 4 perguruan tinggi dari Al Insyirah, Payung Negeri, Poltekkes, PMC dan Hang Tuah," ujarnya.

    Selain pelayanan medis, posko juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi warga mengenai cara menjaga kesehatan ketika kualitas udara memburuk.

    Zulkifli mengatakan pendekatan yang dilakukan tidak sebatas pengobatan, tetapi juga pencegahan. Masyarakat akan mendapatkan pemeriksaan sederhana, informasi kesehatan serta vitamin yang dapat dikonsumsi langsung untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.

    "Selain penanganan kesehatan, posko kesehatan ini juga menjadi wadah edukasi kesehatan bagi masyarakat. Di sana, kita juga memberikan edukasi tentang kesehatan preventif dan memberikan pemeriksaan kesehatan sederhana. Meliputi pemberian info edukatif, pemberian vitamin yang langsung diminum oleh masyarakat sehingga dapat meningkatkan imunitas," katanya.

    Untuk warga yang mengalami gangguan pernapasan lebih serius, petugas juga menyiapkan oksigen serta mekanisme rujukan ke rumah sakit.

    "Bagi masyarakat yang memerlukan penanganan lebih, pihaknya juga menyediakan oksigen ataupun rujukan ke Rumah Sakit jika kondisi pasien memang memerlukan perawatan lebih," tutupnya.